JAVA COURSE AJIBARANG Service Komputer, Laptop/Notebook, Printer (Panggilan) Bimbingan Belajar Matematik, Baca Tulis (Paud, TK, SD/MI) Hub. 085 743 622 909 No. Ijin Kursus Dinas Pendidikan: 421.9/372/2015 Kem. Pend Nasional NILEK : 0310.1.0087 Akta Notaris Henny Dwi Budiastuty Anggraeni, S.H, M.Kn No. C.661.HT.03.01.TH 2004 Jln. Pandansari No. 9 Tlp. 085743622909 Ajibarang email : javacomputer95@gmail.com

Masjid At-Taqwa Basis Tentar Hisbullah Ajibarang


Pusat Komando Pasukan Hisbullah
Diceritakan oleh ibuku,  Pasukan Hisbullah yang merekrut para pemuda Islam Ajibarang berbaris rapi dengan kobaran api semangat "Jihad Fi Sabilillah"   dengan menggemakan sura "ALLAHU AKBAR.. ALLAHU AKBAR"... suara yang lantang dikomandani Bapak Kyai Alwi Zaenudin menuju ke medan perang melawan mengusir penjajah walau dengan persenjataan seadanya. Gema takbirpun terus memecahkan bumi Angkasa Ajibarng sampai sayup-sayup tak terdengar tandanya sudah berjalan jauh keluar dari Ajibarang menuju medan laga. Doapun dipanjatkan atas keselematan dan kemenangan yang diperlehnya.

Gema takbir dengan pasukan yang gagah berani, mengatur siasat perang dan mengobarkan jiwa  berjihad fi sabilillah masjid Jami' At-Taqwa saksi utamanya. Disinilah  para tokoh bersatu padau  berkobar semangat untuk menyingkir penjajah dari bumi Indonesi. Walaupun saat itu sudah ada dua organisasi masa yang besar seperti Muhammadiyah dan Nahdhatul 'Ulama bersatu padu bergerak bersama. Tokoh-tokoh dari Muhamadiyah dan tokoh dari Nahdhatul ' Ulama seperti 3 Serangkai Bapak Kyai Alwi Zaenudin, Bapak Chasbullah, Bapak Hambali yang ketiga tokoh ini juga merupakan  pelopor berdirinya NU di Ajibarang, dan pula pernah mengikuti  Muktamar NU di Surabanya dengan bersepeda kayu.

Ditemukan Jenazah Komandan Hisbullah
Lencana Tentara HisbullahDi saat para masyarakat Ajibarang mengungsi (evakuasi) demikian pula anggota Tentara Hisbullahpun ikut di dalamnya karena kemerdekaan telah diraihnya.  Agresi Militer I tahun 1947 Komandan Hisbullah Bapak Kyai Alwi Zaenudin ditangkap di pengungsian dan dibawah Tentara Belanda ke Markas Belanda  (sebelah timur PKU Muhammadiyah sekarang)  tepatnya rumah Bpk. H. Agus dan Haji Slamet (Heri Purwanto). Disinilah  Sang Komandan diikat kedua jempol tangannya dan langsung dibunuh. Menurut keterangan para jongos Belanda (juru masak) kebetulan orang Ajibarang hanya bilang dibunuh dan dikubur di belakan gedung. Selang beberapa tahun saat itu akan dibangunnya rumah warga ditemukan  tulang manusia di bagian galian pondasi. Karena tulang manusia akhirnya para pekerja menggali dengan hati-hati untuk diambil semua tulang-tulangnya. Keadan saat itu dalam kondisi membungkuk dan masih menggunakan sabuk serta mengenakan cincin di jari tangannya. Tanpa pikir panjang karena cerita meninggalnya Kyai Alwi sudah  melegenda sang pemilik rumah menanyakan pada saudaranya yang kebetulan tidak jauh dari tempat tinggalnya. Gayungpun bersambut hingga akhirnya kumpulah para keluarga  adik-adik Kyai Alwi dan memutuskan bahwa benar ini Jenazah Kang Ali jelas kata Bpk. Haji Abdul Latif yang diamini saudara lainnya seperti Bapak Abdul Shomad, BApak Abdul Haris, dan  Bapak Khasbullah. Setelah berembug  keranga jenazah Kyai Alwi di bawah ke rumah asal (blok Muskhsinun) untuk diberangkatkan ke pemakaman umum Ajibarang Wetan  di sandingkan dengan Keluarga Besar H, Abdul Qadir. Sebagai ucapan terima kasih dari Pemerintah Ajibarang telah diabadikan menjadi nama jalan "JLN. ALWI ZAENUDIN"  jalan dari Taman Kota ke timur.

Anda baru saja membaca artikel yang berkategori dengan judul Masjid At-Taqwa Basis Tentar Hisbullah Ajibarang. Jika kamu suka, jangan lupa like dan bagikan keteman-temanmu ya... By : MASJID JAMI' AT-TAQWA AJIBARANG
Ditulis oleh: Unknown - Minggu, 10 April 2016

Belum ada komentar untuk "Masjid At-Taqwa Basis Tentar Hisbullah Ajibarang"

Posting Komentar